Di banyak lini produksi, aktivitas manual masih menjadi bagian utama dari proses operasional:
Operator mengambil material.
Membungkuk.
Mengangkat.
Berjalan ke titik berikutnya.
Aktivitas ini terlihat sederhana dan sering dianggap sebagai hal yang “normal”.
Namun dalam perspektif Lean Manufacturing, aktivitas tersebut berpotensi besar menjadi waste—khususnya motion waste—yang berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas.
Permasalahan utama bukan pada aktivitasnya, tetapi pada frekuensi dan repetisinya.
Ketika gerakan manual dilakukan ratusan hingga ribuan kali per shift, dampaknya menjadi signifikan:
Menurut International Labour Organization (ILO):
Sementara itu, data dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menunjukkan bahwa:
Aktivitas overexertion dan handling manual menyumbang lebih dari 30% cedera kerja di lingkungan industri
Aktivitas manual yang tidak optimal menciptakan biaya tersembunyi (hidden cost) yang sering tidak terukur secara langsung, seperti:
Gerakan tambahan yang tidak bernilai tambah memperpanjang cycle time.
Operator cenderung melambat seiring meningkatnya kelelahan, terutama di pertengahan hingga akhir shift.
Perbedaan kondisi fisik antar operator menyebabkan inkonsistensi output.
Handling yang tidak stabil meningkatkan kemungkinan:
Dalam konsep Lean, aktivitas kerja dikategorikan menjadi:
Gerakan seperti:
termasuk dalam kategori waste (muda), khususnya motion waste.
Menurut prinsip Toyota Production System (TPS):
Eliminasi waste adalah kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Banyak perusahaan berfokus pada:
Namun seringkali melewatkan faktor paling fundamental:
Desain kerja di level operator (human-centric process design).
Tanpa perbaikan di level ini:
Sebelum berinvestasi pada teknologi besar, perusahaan perlu:
Memahami bagaimana pekerjaan benar-benar dilakukan.
Mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah.
Meningkatkan ergonomi untuk menjaga konsistensi performa.
Produktivitas manufaktur tidak hanya ditentukan oleh mesin atau teknologi.
Seringkali, faktor penentu justru berasal dari hal yang paling sederhana:
Bagaimana pekerjaan dilakukan setiap hari.
Gerakan kecil yang diulang ribuan kali dapat menjadi sumber inefisiensi terbesar jika tidak dikelola dengan baik.
Sebaliknya, dengan mengurangi motion waste dan memperbaiki desain kerja:
Infinitigroup terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi Transformation Digital yang relevan, inovatif, dan berdampak nyata bagi industri Indonesia. Dengan rekam jejak yang semakin kuat dan portofolio proyek yang terus berkembang, perusahaan ini siap menjadi mitra strategis terpercaya bagi industri manufaktur nasional dalam menyongsong masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berdaya saing tinggi.
International Labour Organization. (2019). Safety and health in construction. International Labour Organization.
Occupational Safety and Health Administration. (2015). Training requirements in OSHA standards. U.S. Department of Labor.
National Institute for Occupational Safety and Health. (2021). Preventing injuries and deaths of workers who operate or work near forklifts. Centers for Disease Control and Prevention.
International Organization for Standardization. (2010). ISO 23849:2010: Earth-moving machinery—Operator training using simulators. ISO.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 50001: Energy management systems. ISO.
National Center for Construction Education and Research. (2020). Heavy equipment operations training program. NCCER.
U.S. Environmental Protection Agency. (2023). Emission factors for greenhouse gas inventories. U.S. Environmental Protection Agency.
International Civil Aviation Organization. (2013). Evidence-based training implementation guide. ICAO.
McKinsey & Company. (2021). Digital transformation in operations. McKinsey Global Institute.
Construction Industry Training Board. (2018). Use of simulation technology in construction skills training. CITB.
+021 898 40277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530
Jalan Angsana 3, Blok AE No 31-32 RT, 000 RW, 000, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Jl. Angsana 3, Blok AE no 31 – 32, Delta Silicon, Cikarang.
Jl. Kw. Industri Tunas 2 Blok 6C, Batam Kepulauan Riau 29462
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Have any questions for us?
Feel free to contact us!