Dalam konteks keselamatan kerja industri, pendekatan konvensional seperti pelatihan langsung menggunakan alat berat memiliki keterbatasan dalam mengontrol risiko. Oleh karena itu, penggunaan simulator tidak hanya berfungsi sebagai alat pelatihan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai strategi mitigasi risiko yang lebih komprehensif.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh SafetyScience, human error atau kesalahan operator menjadi penyumbang kecelakaan kerja terbesar.
Human Error dapat terjadi karena kesalahan pengambilan keputusan, kurangnya pengalaman, dan kelelahan operator.
Simulator memungkinkan operator:
Berbeda dengan pelatihan konvensional, simulator memungkinkan pembuatan berbagai skenario risiko seperti:
Pendekatan ini dikenal sebagai risk-based training, di mana operator tidak hanya belajar prosedur, tetapi juga cara merespons situasi darurat.
Simulator memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (learning by doing), yang terbukti lebih efektif dibanding teori saja.
Operator dapat:
Penggunaan simulator juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan berbasis data.
Parameter yang dapat dianalisis:
Data ini dapat digunakan untuk:
Simulator tidak hanya sebagai alat pelatihan, tetapi dapat diintegrasikan dalam sistem manajemen keselamatan kerja perusahaan.
Perannya meliputi:
Pendekatan ini sejalan dengan standar internasional:
Penggunaan simulator dalam industri tidak lagi terbatas pada efisiensi pelatihan, tetapi berkembang menjadi alat strategis dalam manajemen safety risk.
Dengan memanfaatkan simulator, perusahaan dapat:
Pendekatan ini menjadikan simulator sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Siap bertransformasi dan menekan angka kecelakaan kerja serta biaya training di perusahaan Anda? Klik di Sini untuk Jadwalkan Demo Produk Simulator Infinitigroup Bersama Ahli Kami
International Labour Organization. (2019). Safety and health in construction. International Labour Organization.
Occupational Safety and Health Administration. (2015). Training requirements in OSHA standards. U.S. Department of Labor.
National Institute for Occupational Safety and Health. (2021). Preventing injuries and deaths of workers who operate or work near forklifts. Centers for Disease Control and Prevention.
International Organization for Standardization. (2010). ISO 23849:2010: Earth-moving machinery—Operator training using simulators. ISO.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 50001: Energy management systems. ISO.
McKinsey & Company. (2021). Digital transformation in operations. McKinsey Global Institute.
Construction Industry Training Board. (2018). Use of simulation technology in construction skills training. CITB.
+021 898 40277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530
Jalan Angsana 3, Blok AE No 31-32 RT, 000 RW, 000, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Jl. Angsana 3, Blok AE no 31 – 32, Delta Silicon, Cikarang.
Jl. Kw. Industri Tunas 2 Blok 6C, Batam Kepulauan Riau 29462
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Have any questions for us?
Feel free to contact us!