Banyak perusahaan merasa manpower di produksi dan warehouse selalu kurang. Namun setelah menambah operator, beban kerja tetap terasa berat. Ini menjadi indikasi bahwa masalahnya mungkin bukan pada jumlah orang, tetapi pada sistem kerja.
Ketika aktivitas produksi semakin padat, perpindahan material melambat, atau warehouse terasa kewalahan, kesimpulan yang paling cepat muncul biasanya adalah manpower kurang.
Akhirnya perusahaan mengambil langkah:
Secara teori, tambahan tenaga kerja seharusnya membuat pekerjaan lebih cepat selesai.
Namun yang sering terjadi justru sebaliknya: setelah jumlah orang bertambah, area tetap sibuk, backlog masih ada, dan target masih terasa berat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalannya tidak selalu ada pada jumlah orang, tetapi bisa jadi pada cara kerja yang membuat tenaga yang ada tidak pernah benar-benar produktif.
Operator tidak selalu menghabiskan waktunya untuk proses utama.
Di lapangan, banyak jam kerja justru terserap untuk:
Artinya, satu orang memang hadir penuh satu shift, tetapi tidak seluruh waktunya menghasilkan output bernilai.
Akibatnya manpower terasa kurang karena sebagian besar tenaga kerja sedang dipakai untuk aktivitas pendukung.
Dalam sistem yang belum efisien, satu alur kerja sering harus melibatkan terlalu banyak orang.
Contohnya:
Padahal jika flow lebih ringkas, beberapa aktivitas tersebut sebenarnya bisa dipangkas.
Semakin banyak sentuhan manual pada satu proses, semakin besar kebutuhan tenaga support.
Bukan karena volume kerja terlalu besar, tetapi karena prosesnya terlalu boros manpower.
Ketika supply terlambat atau perpindahan material tidak sinkron, operator sering berada pada dua kondisi ekstrem:
Siklus tunggu dan kejar ini membuat tenaga kerja terasa tidak pernah cukup.
Padahal jika flow lebih stabil, jam kerja yang sama bisa menghasilkan ritme output yang lebih konsisten.
Artinya manpower terasa kurang bukan karena orang sedikit, tetapi karena utilisasi waktunya tidak stabil.
Menambah orang di area yang sama belum tentu meningkatkan output.
Justru sering muncul:
Akibatnya produktivitas per orang menurun.
Perusahaan memang memiliki lebih banyak tenaga, tetapi setiap orang tidak bisa bekerja seefisien yang diharapkan.
Inilah alasan mengapa meski karyawan bertambah, tetapi rasa kekurangan manpower tetap ada.
Pada banyak fasilitas, pekerjaan support masih sangat bergantung pada:
Tanpa alur kerja yang standar, tenaga kerja akan terus berpindah dari satu masalah ke masalah lain. Semua terlihat sibuk, namun tidak terbentuk ritme kerja yang stabil. Akibatnya perusahaan merasa selalu membutuhkan tambahan orang untuk mengatasi kekacauan yang sebenarnya berasal dari flow yang tidak konsisten.
Jika perusahaan sudah beberapa kali menambah tenaga tetapi tetap mengalami:
maka kemungkinan besar masalah utamanya bukan kekurangan manpower. Itu adalah sinyal bahwa tenaga kerja yang ada belum bekerja dalam sistem yang cukup efisien untuk menghasilkan output maksimal.
Jika setiap bottleneck direspons dengan penambahan manpower, perusahaan akan menghadapi:
Dalam jangka panjang, perusahaan memang memiliki lebih banyak orang, tetapi tidak selalu memiliki sistem yang lebih cepat.
Perusahaan yang manpower-nya terasa cukup biasanya bukan karena jumlah orangnya sangat banyak. Melainkan karena:
Dengan flow seperti ini, tenaga kerja yang sama bisa menghasilkan output lebih besar. Artinya kuncinya bukan selalu menambah orang, tetapi membuat setiap orang menghabiskan lebih banyak waktunya pada aktivitas yang benar-benar bernilai.
Manpower yang terasa selalu kurang tidak selalu berarti perusahaan benar-benar kekurangan orang. Dalam banyak kasus, hal tersebut justru menandakan bahwa terlalu banyak waktu tenaga kerja habis untuk aktivitas non-value added, waiting, perpindahan manual, dan koordinasi yang belum efisien.
INFINITIGROUP siap membantu Anda menganalisis dan merampingkan sistem operasional agar produktivitas tim meningkat tanpa harus menambah jumlah karyawan. Mari diskusikan solusi efisiensi untuk fasilitas Anda hari ini.
+021 898 40277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530
Jalan Angsana 3, Blok AE No 31-32 RT, 000 RW, 000, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Jl. Angsana 3, Blok AE no 31 – 32, Delta Silicon, Cikarang.
Jl. Kw. Industri Tunas 2 Blok 6C, Batam Kepulauan Riau 29462
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Jl. Meranti 1 No.2, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi Regency, West Java 17530 (021) 89840277
Have any questions for us?
Feel free to contact us!